• : (+62) 22 87771999
  • HP / WA : (+62) 81324800858

Kaos couple Polo anda butuh perawatan ? Berikut tips nya.

Oblong WBP Lapas Tarakan

Punya kaos keren tapi bladus warnanya, wah ga jadi keren tuh. Punya kaos dengan desain menarik tapi rusak sablonannya, ga jadi menarik juga tuh. Nah kawan sekalian berikut saya sharingkan tips dalam merawat kaos kesayangan kita. Terutama bagi kalangan yang hoby mengenakan kaos. Tips ini mengajak kawan sekalian untuk belajar manajemen diri melalui perawatan konveksi kaos bandung milik sendiri. Dari sinilah kita memulai belajar menata diri kita dari hal paling sederhana dan mengeliminasi kebiasaan-kebiasaan malas dalam diri kita. Berikut tipsnya:

1. Pakailah kaos konveksi seragam sesuai tempo waktu.
Kaos dengan kain katun sifatnya menyerap keringat. Jadi apabila kawan sekalian punya kaos dengan bahan tersebut, jangan sekali-kali mencoba memakainya selama 3 hari full time. Bisa berakibat fatal bro. teman-teman bisa menjauh dari kita karena efek parfum merk keringat yang dimunculkan. Jadi, pakailah kaos jakcloth di saat perlu dan dalam tempo waktu yang pas. Tidak lebih dalam sehari. Beda dengan jaket yang bisa dipakai lalu di gantung di hanger kemudian besok dipakai lagi. Jangan pula keseringan memakai kaos yang sama, bisa menimbulkan kecurigaan seperti “ wah itu kaos belum dicuci ya, kok sama dengan yang kemarin”. Makanya untuk mengantisipasi, penting bagi kita memiliki kaos dengan berbagai varian.

2. Jangan biarkan kaos kita terlalu lama dalam tumpukan pakaian kotor.
Kawan sekalian, alangkah baiknya kita memiliki jadwal mencuci tidak hanya sepekan sekali, tetapi lebih dari itu. Mengapa? Kita kalkulasi saja sehari kita memakai pakaian berapa jenis dan berapa kali berganti. Misalkan dalam sehari kita meninggalkan pakaian kotor 3 pasang, berarti sepekan kita memiliki 18 pakaian kotor kalau di akhir pekan memastikan mencuci.
Kaos yang terlalu lama dalam tumpukan pakaian kotor,bisa berakibat pada kondisi kain kaos tersebut. Apalagi kaosnya berwarna putih atau warna muda dan masih meninggalkan keringat, bisa mengakibatkan munculnya bintik-bintik hitam. Dalam istilah masyarakat desa atau perkampungan di jawa disebut “endok kremak”. Jadi kawan sekalian rajin-rajinlah mencuci kaos kita.

3. Saat mencuci, rendamlah sesuai aturan.
Kawan sekalian, perawatan kaos dilakukan pula saat pencucian. Salah satunya kalau kita lihat kemasan detergen untuk mencuci pasti ada keterangan “sebaiknya rendam selama 30 menit terlebih dahulu” dan “pisahkan kain putih dengan kain berwarna dan mudah luntur”. Itu saran yang bagus untuk diterapkan.
Kawan sekalian, jangan biasakan kita merendam kaos dengan detergen lalu ditinggal pergi lama entah kemana, ingatnya tau-tau sudah 2 hari kita rendam bareng detergen. Wow ga kebayang deh saat dikucek aroma kombinasi yang dikeluarkan, mungkin rasanya kayak kita mencuci di tengah-tengah tempat pembuangan akhir sampah.
Selain berakibat membuat ketidaknyamanan pencucian, perendaman yang terlalu lama bisa mengakibatkan mudah rusaknya kualitas sablon. Efek kimia yang ada dalam detergen bisa melunakkan sablon untuk lepas dari kainnya. Selain merusak sablon yang jelas merusak warna kainnya juga. Artinya kaos menjadi luntur, efeknya biasanya akan menjadi kaos motif doreng. Jadi mending ikuti aja tuh petunjuk pencucian yang sudah standar.

4. Gunakan tanganmu untuk mencuci dan jangan disikat.
Kawan sekalian bersyukurlah kita yang memiliki tangan normal dan berfungsi. Meskipun sudah ada mesin cuci yang praktis dan hemat tenaga untuk kita, tapi tidak selamanya bisa menjamin kelayakan pencucian. Dibandingkan dengan menggunakan mesin, mencuci dengan tangan disamping lebih bersih, kita bisa berekspresi bebas sembari olah raga tangan. Apalagi kalau area nyucinya luas, wah bisa mengeluarkan jurus memutar-mutar kaos, banting kaos, dan sebagainya kayak main kungfu beneran.
Saat mencuci kaos jangan biasakan disikat. Apalagi lagi emosi, nyikatnya bakal tidak karuan. Mending kita tinggalkan sikat cucian dan diganti dengan kucekan tangan. Karena gesekan sikat sikat pada kaos bisa sedikit demi sedikit merusak tekstur kain dan merusak sablon.

5. Saat menjemur, pastikan kaos dalam posisi terbalik dan tepat waktu
Setelah selesai mencuci langsung jemurlah kaos anda. Biar awet warna kaosnya, maka penjemuran dilakukan kaos sudah dalam posisi dibalik. Sehingga yang terkena sinar matahari dan terpaan angin segar bagian dalamnya. Yang perlu diingat, jangan menjemur kaos di luar, berhari-hari. Apalagi kaosnya langsung mendapat sinar matahari terus menerus. Bisa berakibat pudarnya warna kaos (njeblug), awalnya hitam tapi lama kelamaan bisa berubah jadi abu-abu. Makanya kawan sekalian, kalau sudah kering langsung angkat tuh kaos dari jemuran.

6. Jangan disetrika pas wilayah sablon.
Terakhir kawan sekalian, saat penyetrikaan kaos aturlah tingkat panasnya. Kemudian jangan disetrika langsung di bagian sablonnya, karena bisa merusak sablon pada kaos seperti pecah-pecah atau sejenisnya. Kalaupun ingin disetrika, setrikalah di bagian belakang sablon atau di atasnya tapi sudah di alasi kain. Yang terpenting wajah setrika tidak langsung kena bagian sablonannya.

Leave a Comment