• : (+62) 22 87771999
  • HP / WA : (+62) 81324800858

Sejak Kapan Kaos Oblong di Gunakan Sebagai Pakaian Luar?

Wangky CVC Kombinasi2

Pernahkah anda memakai atau melihat orang yang memakai t-shirt? Saya rasa ini pertanyaan ngawur deh…Sebab tentu saja kan kita pernah memakai dan melihat seseorang memakainya. Di sepanjang jalan yang kita lalui, pada acara-acara yang kita nonton di TV, di pasar apalagi t-shirt dapat dengan mudah kita jumpai.

Seakan tidak mau berpisah dengan seseorang, tidak ada seharipun untuk tak melihat orang dengan t-shirtnya. Kecuali bila kita sendiri yang berkeiginan untuk tidak melihatnya dan memutuskan untuk mengurung diri dalam kamar sehingga. Kalau kasusnya seperti ini tentu saja keinginan kita untuk tidak melihatnya dapat terwujud.

Dalam perkembangannya, t-shirt ini sudah menemani rakyat di dunia sejak puluhan tahun yang lalu dan baru sampai di Indonesia belumlah terlalu lama.

Namun pada awal keberadaannya di negeri ini, ia masih malu-malu menampakkan diri alias masih di gunakan sebagai baju dalaman dan belum di pakai sebagai pakaian luar seperti sekarang .
Meskipun rata-rata penghasilan masyarakat Indonesia dulu masih minim, mereka akan tetap memakai baju berkerak jika akan keluar dari rumah. Hal ini kontras dengan saat ini.
Sebenarnya sejak kapan t-shirt alias konveksi kaos murah jadi pakaian ‘kebangsaan’ kita?

Setelah di telisik, ternyata sejarah kaos oblong belumlah terlalu panjang. Kira-kira kaos baru muncul antara akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Itupun kaos berbahan katun biasa di gunakanoleh tentara Eropa sebagai pakain dalam (di balik seragam), dan di pakai sebagai pakaian luar saat mereka beristirahat di udara siang yang panas.

Istilah “t-shirt” (yang mungkin di ambil berdasarkan bentuknya) baru muncul di Merriam-Webster’s Dictionary pada 1920, dan baru pada Perang Dunia II ia menjadi perlengkapan standar dalam pakaian militer di Eropa dan Amerika Serikat ( t-shirt king ).

Di bagian selaltan India penduduk setempat mempunyai dhoti. Dhoti ini sejenis kaos oblong yang terbuat dari kain kasa halus berwarna putih susu dan telah di pakai sejak dua ribu tahun yang lalu. Dalam perkembangannya dhoti tidak lagi sekedar di pakai sebagai konveksi kaos murah , tapi juga sebagai selendang atau serban.
Keturunan India di Malaysia, menggunakan dhoti sebagai pakaian perkawinan.

Kaos semula hanya di akui sebagai pakaian dalam. Tetapi karena gencarnya promosi yang di lakukan di media massa perlahan mulai tampil sebagai akain public. Apalagi seiring dengan perkembangan teknologi, bahan-bahan kaos oblong mulai bermunculan. Teknologi screenprint di atas kaos katun pun akhirnya ditemukan awal 60-an dan setelah itu barulah bermunculan berbagai bentuk kaos baru seperti tank top, muscle shirt, scoop neck, v-neck, dsb.

Salah satu kasus promosi kaos melalui media massa yaitu ketika John Wayne, Marlon Brando, dan James Dean memakai pakaian dalam untuk pakaian luar dalam film-film mereka. Dalam film “ A Streetcar Named Desire “ ( 1951 ). Marlon brando membuat gadis-gadis histeris dengan kaos oblongnya yang sobek dan membiarkan bahunya terbuka.

Sejalan dengan kecenderungan kehidupan modern, perjalanan kaos dari keperluan pribadi ke ruang public ini merupakan ekspansi ruang privat atas ruang publk.

Selain itu pula, dalam kaitannya dengan pola pemanfaatan waktu, kaos menunjukkan bagaimana waktu senggang semakin berhasil mengekspansi waktu yang lain dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, meski sudah mendunia sejak tahun 50-an, kaos masih saja belum di masukkan ke dalam kategori fashion. Kaos tetap di anggap sebagai pakaian dalam yang tidak pantas di pakai sebagai pakaian luar.

Leave a Comment