• : (+62) 22 87771999
  • HP / WA : (+62) 81324800858

Bahan Kaos

TOWA Kaos Oblong Cotton Combed 20s Sablon SuperWhite G-Land Surf Camp Bali

Banyak pilihan untuk memilih buat baju kaos yang anda inginkan. Mulai dari model, ukuran, dan design. Sekarang, apapun yang diinginkan bisa anda dapatkan, tentu saja sesuai dengan selera masing-masing.
Biasanya pembeli tidak mengetahui bahkan tidak peduli dengan jenis bahan kaos yang akan dibeli, yang penting menarik dan adem ketika digunakan. Masuk akal memang, dan buat apa mengetahui jenis bahan kaos yang sebegitu banyaknya ?. Namun demikian, dalam memilih kaos ada baiknya anda sedikit mengtahui jenis dan bahan yang digunakannya agar anda lebih cerdas dan bijaksana dalam memilih kaos yang akan anda miliki. Toh tidak ada ruginya kalau anda mengetahui. Bahkan dengan demikian anda tidak akan terkecoh ketika anda memutuskan untuk memilih dan membeli sebuah konveksi kaos bandung ..
Sebagian jenis bahan itu antara lain:Bahan dasar kaos cotton adalah kapas. Cara sederhana mengecek bahan kaos dengan bahan dasar cotton bisa dilakukan dengan cara:Ambil/ potong sedikit bahan kaos, lalu bakar. Dalam proses pembakaran, bahan ini tidak terlihat melilit apalagi meleleh. Abu sisa bakarannya halus ketika kita pegang (seperti kalau kita membakar kertas). Apabila sisa bakarannya terasa kasar, bisa menandakan bahwa bahan itu bukan berbahan dasar cotton.- Serat benang lebih halus ketika dipegang. Permukaan bahan didominasi alur/ garis memanjang.Itulah sebabnya kenapa sidebut COMBED (disisir).- Serat benang agak kasar, lebih kaku ketika dipegang. Permukaan bahan antara alur memotongdan alur memanjang hampir sama rata antara garis.Karena bahan baku dasarnya adalah serat kapas maka sifat kedua jenis bahan ini bisa menyerap keringat dan tidak panas.Jenis bahan ini adalah campuran dari 35 % Cotton dan Polyester (Teteron) 65%. Karena bahan dasarnya sebagian besar polyster, maka bahan ini kurang menyerap keringat dan agak panas ketika digunakan, tapi teksturnya lebih halus, lentur, dan jatuh.Kelebihan: Tidak susut.Bahannya terbuat dari bahan buatan (sintetis). Bahan dasarnya dari hasil minyak bumi dan juga   biasa digunakan untuk bahan plastik. Karena sifat bahan dasarnya, maka bahan jenis ini tidak    menyerap keringat dan tentu saja panas ketika digunakan.Kelebihan: tidak susut.4. CVC ( COTTON VISCOSE):Jenis bahan ini adalah campuran dari 55% Cotton dan 45% bahan lainnya (Viscose).Sifat bahan: Karena komposisi bahan lebih banyak serat kapasnyaMenyerap keringat tapi agak sedikit panas.Kelebihan: Seperti Polyster, TC dan CVC, tidak terlalu banyak susut.Hal ini perlu karena untuk mengetahui ketebalan bahan sehingga bisamenentukan ketebalan kaos yang kita inginkan. Ketebalan dalam dunia textile dikenal dengan gramasi Gramasi (Gram/ M2) alias bobot yang didapat dalam 1 M2 bahan.1. BENANG 16S: Ketebalan antara 220 – 235 Gram/ M2.2. BENANG 20S: Ketebalan antara 180 – 220 Gram/ M2.3. BENANG 24S: Ketebalan antara 170 – 210 Gram/ M2.4. BENANG 30S: Ketebalan antara 140 – 160 Gram/ M2.5. BENANG 40 S: Ketebalan antara 110 – 120 Gram/ M2.JENIS RAJUTAN:Pengertian Teknis.1. SINGLE KNITT:- Rajutan menggunakan jarum single.- Penggunaan bahan hanya bisa digunakan satu permukaan/ sisi alias tidak bisa dibolak-balik.– Jenis rajutan rapat, bahan padat, kurang lentur (stratching). Sebagian besar produk kaos yang ada dipasaran adalah memakai jenis rajutan Single Knitt.- Rajutan menggunakan Jarum Double.- Penggunaan bahan bisa digunakan 2 permukaan atau bahan bisa dibolak-balik.- Jenis rajutan kurang rapat, lebih kenyal, lembut dan lentur. Produk kaos yang biasa memakai rajutan jenis ini adalah pakaian untuk bayi (baby) dan anak-anak. Ada sebagian orang menyebut bahan ini dengan sebutan Interlock.- Mempunyai tekstur/corak, secara kasat mata terlihat kasar bintik2 tapi beraturan. Seperti Combed/ Carded, jenis ini bisa  menggunakan serat kapas atau bukan. Bahan ini banyak digunakan oleh POLO shirt).Texture seperti Lacoste. Hanya saja bahan ini lebih flexible karena mengandung spandex.Cara mengetahui perbedaan dengan lacoste: Pegang kedua sisi ujung bahan, tarik kearah samping kiri-kanan. Kalau kain tersebut terasa kenyal (flexible, mirip seperti karet), sudah dipastikan bahwa jenis bahan tersebut adalah Pique.Bahan inipun banyak digunakan oleh POLO shirt).- Menggunakan kombinasi benang warna (Yarn Dye).- Kebanyakan bahan ini sudah finishing (openset atau sudah dibelah). Orang awam menyebutbahan ini dengan sebutan bahan salur/ warna-warni. Biasa digunakan untuk produk kaos dewasa( Pria, Wanita, Polo Shirt, maupun T-Shirt ). Tapi ada juga yang menggunakannya untuk pakaiananak2 dan bayi.- Rajutan dengan variasi cabut jarum.- Texture garis lurus vertikal. Hands-feel bagus dalam arti lembut, dan lentur ketika dipegang.Bahan ini biasanya digunakan untuk Rib (leher T-Shirt), tapi juga ada yang menggunakan untukLadies T-Shirt Body Fit dan kaos singlet.Spandex (polyurethane) adalah bahan yang bisa digunakan untuk campuran kain untuk menghasilkan kain yang elastis. Pada umumnya, apabila spandex (polyurethane) dicampur dengan bahan katun, orang orang menyebutnya spandek katun. Demikian juga kalau dicampur dengan bahan rayon orang menyebutnya “spandek rayon”.Panas atau tidaknya bahan ini tergantung dari bahan yang digunakan dan komposisi campurannya.Kebanyakan kain ini digunakan untuk busana wanita/ perempuan seperti kaos, kerudung, jilbab, legging (pakaian ketat) dll.1. TUBULAR/ CALLENDER/ SETTING:Bentuk bahan dasar kaos ini bulat melingkar (seperti sarung). Untuk bahan Cotton disebut Callendar, sedangkan untuk Non-Cotton disebut Setting. Yang paling banyak menggunakan bentuk bahan seperti ini kebanyakan garment/ yang bergerak di Clothing.Contoh di label kalau anda membeli bahan kaos, ” Call : 40″. Artinya lebar bahan kaos 40″ berbahan cotton.Ciri bahan kaos yang sudah openset: dibelah melebar alias tidak berbentuk lingkaran lagi (tidak berujung seperti sarung).Jenis ini mempunyai banyak kelebihan. Serat bahan lebih lurus, halus, dan susut kain hampir 0% karena sudah melalui proses washing sebelum bahan diproduksi.A. MERCERIZED. Efek dari proses ini, serat bahan jadi lebih rapat, warna lebih cerah, susut lebih baik, tapi lebih keras ketika dipegang (handsfeel). Contoh untuk jenis bahan ini banyak dipakai oleh produsen kaos lokal seperti : Sinergy, BE-HOT, Metalizer, Cressida, Dadung, Dagadu, dan lainnya.Jenis finishing ini merupakan inovasi dari Non Mercerized. Sebenarnya kedua jenis finishing ini secara teknis bersifat merapuhkan permukaan bahan kaos dengan semacam bakteri. Yang didapatkan adalah penampilan bahan jadi super lembut, bulunya jadi halus dan warna lebih cerah. Kelemahan bahan ini adalah tidak awet. Tetapi konsumen produk kaos jenis ini tidak mengutamakan keawetan kaos melainkan gengsi, karena produk ini umumnya merek terkenal dan mahal seperti : Billabong,Rusty, Ocean Pasific, Rip Curl, No Fear, dan lainnya.Kelebihan: Warna lebih pekat.Kelemahannya:  Gampang luntur.Kelebihan: Warna tahan lama/ tidak cepat luntur.Kelemahannya:  Warna kurang pekat.

Leave a Comment