• : (+62) 22 87771999
  • HP / WA : (+62) 81324800858

Sejarah Kaos (Bagian Kedua)

Oblong Cotton Slub Jakarta Banteng Rugby

Pada tahun 1960, kegemaran baru mewarnai kaos semakin gila dan pada akhir 60-an adalah kemeja berwarna terlihat di industri fashion, yang menjamin mereka sukses besar. Kaos juga telah menjadi sarana untuk mencapai tujuan politik dan sosial. Bentuk klasik dari konveksi kaos murah mengalami banyak perubahan, seperti di bagian lengan, leher dengan bentuk V dan juga penambahan kerah. Selama tahun 60-an dan 70-an saat meningkatnya popularitas dari kaos berperan cukup besar didalam industri dunia musik. Banyak band rock populer juga mulai menjual kaos dengan gambar musisi dan simbol bandnya langsung pada konser musik yang secara instan menjadi sumber pendapatan yang cukup mengesankan dalam bisnis musik.

Kaos untuk berselancar

Surfing atau berselancar telah meninggalkan jejak dalam sejarah kaos dan fashion pada umumnya. Contoh paling awal dari kaos untuk berselancar tidak lebih dari taktik pemasaran. Jika Anda kembali ke tahun 1961, maka perlu untuk menyebutkan sebuah nama, yakni Floyd Smith, seorang pencipta papan selancar yang pertama. Smith meminta peselancar lokal membawa konveksi kaos murah  putih ke tokonya untuk memiliki logo yang diterbitkan oleh perusahaan. Kemudian pada tahun yang sama mereka membuat kaos untuk mengiklankan turnamen internasional berselancar di Makaha.

Dalam beberapa tahun, semuanya telah berubah dengan munculnya ribuan perusahaan baru dan perusahaan untuk produksi dan pembuatan kaos surfing. Mereka dengan cepat menjadi ‘simbol gaya hidup bebas dari peselancar’.Sampai saat ini, penjualan kaos selancar di seluruh dunia lebih dari 300 juta untuk penggemar surfing.

Leave a Comment